Bahaya Impersonation

Posted: 12 Agustus 2009 in Informasi

Bahaya Impersonation
Jangan Umbar Data, Teman dan Foto di Facebook!
Penulis: Donny B.U. – detikinet

Jakarta – Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation‘.

Kasus

Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.

Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’. Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang “terlanjur” tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan ‘add friend‘ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends“-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends“-nya cukup banyak.

- Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging“, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

- Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation‘, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

*) Penulis, Donny B.U., adalah penggiat kampanye “Be Wise While Online” dalam program Internet Sehat. Untuk artikel terkait lainnya, dapat dibaca di http://www.ictwatch.com/internetsehat atau http://www.internetsehat.org

Anda sudah ingin pindah kerja, tapi masalahnya, keadaan ekonomi sedang tidak memungkinkan. Atau, Anda sudah bosan dan merasa kehilangan tantangan, tapi meski telah mengirim berbagai lamaran namun tak kunjung dapat panggilan.

Beragam masalah dan ketidakpuasan memang bisa memicu rasa bosan, stressfull, dan mandeg di kantor.  Menurut survei terbaru Job Forecast 2009 yang diadakan oleh CareerBuilder.com, 30 persen pekerja merasa tidak puas dengan posisinya saat ini. Kebanyakan responden mengatakan mereka tetap bertahan karena takut susah mendapatkan kerja di tempat lain.

Dalam situasi ekonomi tak menentu seperti sekarang, banyak profesional yang berpendapat lebih baik bersyukur dan menikmati pekerjaan kita sekarang daripada nganggur. Anda setuju dengan pendapat itu?

Henry Ford pernah mengatakan, whether you think you can or whether you think you cant, either way you are right. Kita bisa menerjemahkannya menjadi, makin Anda merasa tak punya pilihan lain, makin Anda tidak punya pilihan. Jadi, apakah Anda sedang merasa bosan, tak puas, atau takut meninggalkan pekerjaan yang sekarang, tetap ada hal yang bisa kita lakukan. Apa saja yang bisa kita lakukan?

1. Realistis
Banyak yang mengatakan, “Jangan berhenti bekerja kecuali Anda sudah mendapatkan pekerjaan baru. Nikmati saja pekerjaan sekarang meski Anda tidak suka.” Namun Darcy Eikenberg, CEO Coach Darcy LLC, berpendapat sebaliknya. “Jangan terpengaruh oleh mitos yang mengatakan cari kerja itu susah,” katanya.

Rasa stuck pada pekerjaan adalah persepsi, bukan realitas. “Anda tak benar-benar stuck sampai memang tidak ada lagi pilihan dan Anda tak akan pernah tahu ada tidaknya pilihan kalau Anda tidak mencari,” katanya.

2. Ubah attitude
Atttitude di sini bisa kita terjemahkan sebagai model atau cara hidup yang akan kita jalani. Kalau Anda berpikir bisa, maka semua bisa dikerjakan. “Anda hanya mungkin memberikan yang terbaik bila Anda bisa meyakinkan diri sendiri mampu memberi kualitas terbaik bagi hidup,” kata Debra Yergen, penulis buku Creating Job Security Resource Guide.

3. Eksplorasi kesempatan tersembunyi
Daftarlah apa yang ingin Anda lakukan dan lakukanlah sebaik mungkin. Pastikan Anda mengerjakannya lebih baik dari orang lain. Hal ini akan memberi poin plus bagi Anda.

4. Cari sisi positif
Saat karir tidak berjalan sesuai keinginan, yang lebih nyata terlihat hanya yang buruk-buruknya saja. Padahal, selalu ada yang kita sukai dari pekerjaan kita, entah itu job desk-nya, teman, interior kantor, atau kesempatan training yang diberikan. Fokuslah pada hal itu.

5. Cari tahu mengapa
Pekerjaan menjauhkan Anda dari rasa senang? Kalau iya, pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi apa yang tidak memuaskan Anda lalu cobalah apakah Anda masih bisa menoleransinya. Ini penting agar Anda tidak terjebak dalam siklus yang sama di perusahaan baru.

6. Fokus pada aspek yang disukai
Bila Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah untuk mencari tahu apa yang Anda sukai dari pekerjaan ini, hal apa yang membuat Anda dulu menerima tawaran pekerjaan ini, dan sebagainya. Selalu ada hal yang kita sukai atau pernah disukai, meski itu hanya berupa nominal gaji yang diterima tiap bulan.

7. Investasi untuk kemajuan sendiri
Anda merasa ingin keluar dari “penjara” pekerjaan dan mengejar passion Anda sendiri? Kejarlah. Persiapkan diri Anda bekal yang cukup. Asah kemampuan bahasa Anda, atau perkuat bakat Anda untuk menangkap peluang yang tersedia.

8. Jalin jejaring
Anda bukanlah satu-satunya orang yang tak puas dengan pekerjaan sekarang. Perluas kesempatan Anda untuk mencari posisi lebih baik dengan menjalin jejaring seluas mungkin. Sebuah survei membuktikan, perekrutan karyawan melalui jejaring lebih banyak dibanding melalui iklan lowongan kerja.

aRTIKEL GURU DAN SISWA

Posted: 20 Januari 2009 in Uncategorized

mENJALIN tALI kASIH

gURU ADALAH SOSOK YANG TERPANDANG, DISEGANI DAN TERHORMAT DI MATA MASYARAKAT. jASA MEREKA SANGAT BESAR. BERKAT MEREKA SESEORANG DAPAT MENJADI INSINYUR, DOKTER, ILMUWAN, ARSITEK, POLITIKUS, DAN LAIN SEBAGAINYA. bERKAT DIDIKAN DAN KESABARAN GURU KEBODOHAN DAPAT DIHILANGKAN, KEMISKINAN DAPAT DIENTASKAN, KEDUDUKAN DAPAT DIRAIH. gURU MERUPAKAN FIGUR PEMBAHARU BANGSA. kETULUSAN GURU MAMPU MERUBAH TATANAN KEHIDUPAN DISEGALA BIDANG, BAIK POLITIK, EKONOMI, PENDIDIKAN, SOSIAL, DAN LAIN-LAINNYA KE ARAH YANG LEBIH BAIK. pANTASLAH JIKA GURU MENYANDANG GELAR PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

dAHULU SISWA SANGAT MENGHORMATI AKAN KEBERADAAN GURU. tAUSIYAH DAN PESAN GURU BEGITU BERARTI BAGI MEREKA. nAMUN, NILAI-NILAI YANG SELAMA INI SANGAT MENJUNJUNG TINGGI MARTABAT GURU MULAI LUNTUR DAN TERKIKIS DI KALANGAN SISWA. hAL INI NAMPAK PADA SIKAP DAN PRILAKU DI KALANGAN MAHA SISWA, SISWA sma, SISWA smp, DAN sd YANG SERING MENCERMINKAN KURANG MENGHORMATI GURU. cONTOH, SISWA SAAT BERBICARA DENGAN GURU TIDAK MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN, BAHKAN MEREKA SERING MENGGUNAKAN BAHASA SEPERTI DENGAN TEMANNYA SENDIRI; SAAT GURU BERJALAN, SISWA MALAH GEBUT NAIK KENDARAANNYA DISAMPING GURU, BERBEDA SEKALI DENGAN SISWA DULU, MEREKA AKAN TURUN DARI KENDARAANNYA MANAKALA ADA GURU SEDANG BERJALAN; DI LUAR JAM SEKOLAH SAAT MEREKA BERTEMU DENGAN GURUNYA MEREKA ENGGAN MENYAPA DAN MENUNJUKKAN SIKAP ACUH TAK ACUH; NASEHAT GURU SERING TIDAK DI DENGARKAN SISWA. kEPRIHATINAN KITA ADALAH SIKAP SISWA YANG KURANG MENGHORMATI GURU INI MALAH SERING TERJADI DI KALANGAN SISWA YANG TINGGI SEPERTI MAHA SISWA DAN SISWA sma.
nAMPAK SEKALI TERJADI PERGESERAN NORMA DAN SIKAP SISWA TERHADAP GURUNYA DI LINGKUNGAN SEKOLAH.

aPA SAJA PENYEBAB-PENYEBAB TERJADINYA PERGESERAN NILAI-NILAI LUHUR TERHADAP GURU INI?

jIKA DITELUSURI TERNYATA BANYAK PENYEBABNYA, DIANTARANYA PENGARUH DARI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI, TEKNOLOGI, REFORMASI, POLA HIDUP KONSUMTIF YANG MENYIMPANG TUNTUNAN AGAMA, MEDIA CETAK, MEDIA ELEKTRONIK, DAN PENGARUH LINGKUNGAN DI MANA MEREKA TINGGAL YANG MAMPU MENEROBOS DINDING LINGKUNGAN PENDIDIKAN. lEBIH-LEBIH, PENGARUH GAYA HIDUP ANAK SEKOLAH YANG DIPUTAR DALAM SINETRON REMAJA YANG TEMA DAN SETTINGNYA MENGAMBIL LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI OBYEKNYA.

sINETRON SAAT INI BANYAK YANG TIDAK SESUAI DENGAN NORMA-NORMA SEKOLAH. bAIK NORMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP SISWA DENGAN GURU, SISWA DENGAN SISWA, CARA BERBAHASA YANG TIDAK SANTUN, CARA BERBUSANA SISWI YANG BERTENTANGAN DENGAN TUNTUNAN AGAMA, DAN SURUTNYA KEWIBAWAAN SEORANG GURU DI MATA SISWA. sEBAGAIAN SISWA MEMPERLAKUKAN GURU SEBAGAI OBYEK PENDIDIKAN YANG DAPAT DIPERMAINKAN OLEH SISWA. pADAHAL, GURU SEYOGYANYA MENJADI SUBYEK PENDIDIKAN YANG MEMILIKI PERAN UNTUK MENGENDALIKAN DAN MEMBIMBING SISWA.

gURU ADALAH UJUNG TOMBAK KEBERHASILAN PENDIDIKAN, KARENA ITU, PERAN GURU SANGAT MENENTUKAN KEBERHASILAN BAGI SISWA. wALAUPUN DIZAMAN SEKARANG INI PUSAT PEMBELAJARAN ADALAH SISWA (STUDENT CENTRE) DAN GURU SEBAGAI FASILITATOR. tETAPI GURU TETAP BERPERAN PENTING DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR, SEBAB DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DIPERLUKAN PERANGKAT-PERANGKAT PEMBELAJARAN SEPERTI psa, METODE, PENDEKATAN, STRATEGI, PENGELOLAAN KELAS, EVALUASI, KRETERIA KETUNTASAN BELAJAR YANG SEMUA ITU DIRANCANG OLEH GURU.
kITA MENGETAHUI BAHWA TUJUAN PENDIDIDKAN BUKAN HANYA MENTRANSFER ILMU PENGETAHUAN DAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL SISWA SAJA, TETAPI JUGA PERLU MENDAPAT PERHATIAN SERIUS SOAL PENDIDIKAN MENTAL, EMOSI, DAN SPIRITUAL SISWA YANG MANA SEMUA ITU AKAN TERCERMIN DALAM KEPRIBADIAN SISWA DAN KEMAMPUAN SISWA SAAT BERKIPRAH DI TENGAH-TENGAN MASYARAKAT MEMAINKAN PERANNYA. sISWA YANG MEMILIKI OTAK BRILIANT TANPA DIDUKUNG OLEH KEPRIBADIAN YANG MATANG, TIDAK AKAN BANYAK MEMILIKI PELUANG UNTUK MENEMPATI POSISI STRATEGIS DALAM SEMUA ASPEK KEHIDUPAN. kARENA ITU, PERAN DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM MEMBIMBING SISWA SANGAT DIPERLUKAN.

pERMASALAHAN-PERMASALAHAN INI JIKA TIDAK MENDAPAT PERHATIAN DAN PENANGANAN SECARA LANGSUNG DARI PARA PENGELOLA DAN PELAKU PENDIDIKAN, AKAN SANGAT BERPELUANG UNTUK BERSIKAP DAN BERPRILAKU NAKAL. kARENA ITU, DI ERA GLOBALISASI DAN REFORMASI INI, MESTINYA GURU HARUS MAMPU MENJADI FIGUR TELADAN YANG PATUT DIGUGU DAN DITIRU OLEH SISWA. kETELADAN GURU DARI SEMUA ASPEK SANGAT BERPENGARUH PADA PEMBENTUKAN DIRI DAN KEPRIBADIAN SISWA.

sAAT INI PERUBAHAN SANGAT CEPAT DAN TERJADI SECARA BESAR-BESARAN. bANYAK BERMUNCULAN METODE-METODE PEMBELAJARAN YANG UNIK, MEDIA YANG SERBA LUXS, FASILITAS YANG MEMADAI, DI TAMBAH DENGAN MERESAPNYA PEMBELAJARAN BERBASIS it DISEKOLAH-SEKOLAH UNGGULAN, DAN MUDAHNYA MENGAKSES BERBAGAI INFORMASI. sEMUA INI ADALAH PERUBAHAN YANG TAK TERBENDUNG LAGI. zAMAN BOLEH BERUBAH, SARANA BOLEH LENGKAP, METODE BOLEH INOVATIF, MEDIA BOLEH BERUBAH, NAMUN GURU HARUS TETAP MEMILIKI KEWIBAWAAN DAN KHARISMATIK, NILAI DAN MARTABAT GURU HARUS TETAP DIJUNJUNG TINGGI.

bAGAIMANA AGAR GURU TETAP MEMILIKI KEWIBAWAAN DAN KHARISMATIK DI HADAPAN SISWANYA DAN BAGAIMANA SISWA MEMILIKI SIKAP DAN KEPRIBADIAN LUHUR YANG MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT GURU?

pERTAMA, GURU -SECARA KONTINYU- MELAKUKAN TAZKIYATUN NUFUS (PENYUCIAN JIWA). mAKSUDNYA GURU BERUSAHA MENATA HATI DAN BERDO’A SEBELUM MASUK KE LINGKUNGAN SEKOLAH LEBIH-LEBIH SAAT AKAN MENGAJAR SISWA -SISWINYA. bERMOHON KEPADA aLLAH AGAR DALAM MENGAJAR GURU DIBERIKAN KEMUDAHAN, KEBERKAHAN, DAN DITERIMA SEBAGAI IBADAH DI SISI-nYA. mANFAATNYA ANTARA LAIN, GURU AKAN MEMILIKI HATI YANG TULUS DAN TANPA PAMRIH SAAT MENGAJARKAN MATERI PELAJARAN, PERMASALAHAN YANG ADA DIRUMAH TIDAK AKAN TERBAWA KE DALAM SUASANA KELAS, GURU MENGAJAR DENGAN HATI, KEGADUHAN YANG TERJADI DI KELAS DIHADAPINYA DENGAN TENGAN, HATI MUDAH MEMAAFKAN SISWA YANG SALAH, MENGANGGAP SISWA-SISWINYA ADALAH SEPERTI ANAK KANDUNGNYA SENDIRI, SEHINGGA GURU DAPAT MENGAJAR DAN MEMBIMBING SISWANYA DENGAN RASA KASIH SAYANG, ARIF DAN BIJAKSANA.

kEDUA, SEBELUM MENGAJAR GURU MEMPERSIAPKAN PERANGKAT-PERANGKAT PEMBELAJARA. iNI BERTUJUAN AGAR GURU MEMILIKI KESIAPAN UNTUK MENGAJAR MATERI SAAT DI DALAM KELAS. sEBAB, GURU YANG KURANG MEMILIKI KESIAPAN, LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARANNYAPUN AKAN KURANG OPTIMAL.

kETIGA, SECARA HALUS DAN BIJAKSANA GURU TIDAK BOSAN-BOSANNYA MEMBERIKAN NASEHAT DAN BIMBINGAN PADA SISWA AGAR MEMILIKI SIKAP DAN KEPRIBADIAN YANG MULIA TERHADAP GURU, ORANG TUA, DAN SIAPAPUN. gURU BERUSAHA MEMAHAMKAN PADA SISWA AKAN PENTINGNYA SKILL, MORAL, INTELEKTUAL, DAN SPIRITUAL UNTUK SELALU BERJALAN BERIRINGAN, SERASI DAN SEIMBANG.
kEEMPAT, BAGI GURU BERUSAHA UNTUK MEMBANGUN KESALEHAN DIRI AGAR GURU DAPAT MEMBERIKAN KETELADANAN POSISTIF PADA DIRI SISWANYA. sEBAB, GURU ADALAH FIGUR YANG DIGUGU DAN YANG DITIRU. jIKA POHONNYA BENGKOK TENTU BAYANGANNYA PUN JUGA BENGKOK. tETAPI, JIKA POHONNYA LURUS, TENTU BAYANGANNYA PUN AKAN LURUS.

kELIMA, MENJALIN TALI KASIH DENGAN SISWA. mURID AKAN MUDAH MENERIMA PELAJARAN YANG DIAJARKAN OLEH GURU FAFORITNYA. rASA SENANG DAN HUBUNGAN BATIN INI AKAN SANGAT BERPENGARUH PADA PRESTASI DAN KEPRIBADIAN SISWA. pERHATIAN GURU PADA SISWA AKAN MEMUNCULKAN MOTIVASI SISWA UNTUK LEBIH BERSEMANGAT DAN BERPRESTASI. uPAYA UNTUK MENJALIN TALI KASIH INI DAPAT DILAKUKAN GURU DENGAN CARA SELALU MENDO’AKAN SISWA -SETELAH SHALAT LIMA WAKTU ATAU SEUSAI SHALAT MALAM- AGAR MEREKA MENJADI ORANG CERDAS DAN BERAKHLAKUL KARIMAH.

kEENAM, MEMBIASAKAN MEREKA UNTUK BERSALAMAN DAN MENGUCAPKAN SALAM. uCAPAN SALAM SISWA PADA GURU DAN SEBALIKNYA MERUPAKAN UNNGKAPAN RESTU GURU PADA SISWANYA DAN PERMOHONAN RESTU SISWA KEPADA GURUNYA. mENEBAR SALAM DIKALANGAN SISWA AKAN MEMPERERAT HUBUNGAN BATIN ANTARA SISWA DAN GURUNYA. dENGAN BERSALAMAN DAN MENGUCAPKAN SALAM INI GURU DAPAT MENGENAL SISWA LEBIH DEKAT, SISWA MERASA DEKAT DENGAN GURUNYA, DAN SISWA TERMOTINASI UNTUK MERAIH KESUKSESAN DALAM BELAJAR. bAGI SISWA SALAM DAN BERSALAMAN SUPAYA DINIATKAN UNTUK MEMINTA DO’A RESTU DARI GURU DAN SALAM DAN BERSALAMAN BAGI GURU, HENDAKNYA DINIATKAN UNTUK MEMBERIKAN DO’A RESTU KEPADA SISWA-SISWINYA DALAM MENUNTUL ILMU PENGETAHUAN.

kETUJUH, GURU TIDAK PELIT UNTUK MEMBERIKAN PENGHARGAAN DAN MOTIVASI TERHADAP SISWANYA. pENGHARGAAN GURU ATAS JERIH PAYAH SISWA SANGAT BERARTI BAGI SISWA. bAHKAN, SEMANGATNYA AKAN BANGKIT MANAKALA GURU MEMBERIKAN RESPON POSITIF TERHADAP HASIL KARYA SISWANYA. dENGAN BAHASA YANG SANTUN DAN LEMBUT GURU MELURUSKAN KESALAHAN DAN KEKURANGAN SISWANYA.

kITA SEMUA BERHARAP ANAK DIDIK KITA MENJADI ORANG YANG MEMILIKI KEILMUAN YANG TINGGI, SKILL YANG MUMPUNI, KEARIFAN BUDI PEKERTI, KEDALAMAN SPIRITUAL, DAN BERHATI JERNIH. mUDAH-MUDAHAN SISWA-SISWI YANG KITA BIMBING MENJADI GENERASI YANG BERILMU AMALIYAH, BERAMAL ILMIYAH, BERTAQWA ILAHIYAH, DAN BERAKHLAK ROBBANIYAH. aMIN.
cREATED BY mOH. mA’SUM

Indonesia akan menambah hutang luar negerinya sebesar 20 trilyun. Alasan yang digunakan kali ini adalah hutang ini sangat diperlukan untuk menutupi kekurangan dana APBN.
Harus kita ketahui bahwa hutang luar negeri yang dimiliki Indonesia adalah berjumlah 1300 TRILYUN. Maka jika ditambah dengan 20 trilyun maka hutang luar negeri kita akan bertambah menjadi 1320 TRILYUN.
Hutang luar negeri yang dimiliki Indonesia sungguh mencengangkan. Coba saja kita berandai-andai: jika kita memiliki hutang kepada teman saja  yang jumlahnya 50 ribu, kita sudah dibuat bingung untuk membayarnya. Padahal uang itu kta gunakan untuk keperluan membeli buku karena uang kiriman dari orang tua telat datang.
Butuh waktu berapa abad Indonesia akan mampu melunasi hutang luar negerinya. Sampai anak, cicit, anaknya cicit, dan cucunya cicit kita mungkin baru akan lunas. Atau mungkin sampai dunia kiamat, hutang ini tidak akan lunas. Padahal sudah jelas didalam Alquran bahwa hutang itu adalah tanggung jawab yang harus dilunasi sampai kita meninggal. Terus kalau Indonesia punya hutang 1300 trilyun jadi tanggung jawab siapa dong?????he…he….itulah pertanyaan yang harus kita jawab bersama. Jadi siapa yang tahu jawabannya. Boleh komen di blog ini, ditunggu ya….

Pendidikan Berkualitas

Posted: 18 Januari 2009 in Uncategorized

Usia pendidikan telah berjalan beriringan dengan usia peradaban manusia. Ia ada dan terus berkembang karena tak bisa dipisahkan dari keberadaan manusia. Pada dasarnya tak ada manusia yang tak membutuhkan pendidikan.

Hal itu dikarenakan adanya hasrat alamiah manusiawi. Hidup mesti lebih baik dan lebih berkualitas dari sebelumnya. Sebab itu, perubahan merupakan konsekuensi yang logis dan penting. Yang dimaksud dengan perubahan ini adalah bergantinya tatanan dan nilai-nilai kehidupan yang tradisional menjadi modern dalam arti kualitas.

Jika bersandar pada pernyataan di atas selain musabab keberadaan dan berkembangnya pendidikan hingga sekarang pendidikan ternyata memainkan peran yang utama dalam kehidupan dan peradaban. Tak hanya untuk individu per se melainkan pula untuk kualitas sebuah bangsa. Karenanya, paradigma lama yang terlanjur mengasumsikan pendidikan sebagai sekolah formal semata-mata mesti segera dilipat dan digunting.

Pendidikan bukanlah sebidang ruang yang mengandaikan adanya guru untuk mencekoki peserta didiknya dengan berlembar-lembar teori. Itu pikiran usang dan naif. Pendidikan adalah napas di setiap aktifitas kehidupan. Semua aspek dalam kehidupan mestilah dijadikan arena pergulatan pendidikan.

Ini berarti pula bahwa pendidikan bukanlah milik segelintir atau sekelompok orang yang berlimpah dana melainkan hak dan kewajiban semua anak bangsa. Karenanya, label pelajar jangan lagi hanya dilekatkan kepada peserta didik yang mengenyam bangku sekolah formal atau kampus-kampus universitas. Jika logika dan semangat keadilan macam ini diterima maka apa yang disebut dengan learning society bukan lagi sekadar jargon.

Tak cukup hanya pada soal pemerataan, sebab pendidikan, sedari mula adanya, bercita-cita membangun dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Masalahnya, bagaimanakah pendidikan yang berkualitas itu. Setidaknya, menurut hemat saya, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang berorientasi untuk membentuk peserta didiknya menjadi subyek yang berperan bagi dirinya dan orang lain.

Pendidikan macam ini dituntut untuk mengembangkan keutuhan setiap peserta didik agar mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan semua kemampuannya. Baik aspek intelektual maupun emosionalnya dengan baik.

Menarik apa yang dikemukakan oleh Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellegence bahwa IQ hanya menyumbangkan 20% dari kesuksesan seseorang. Sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor intelektual dan emosional. Kian jelaslah pendidikan yang berkualitas ternyata bukan menjuruskan (jika tidak ingin dikatakan menjerumuskan) pada kuat atau banyaknya hapalan sang peserta didik.

Adalah keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional (bahkan kini ditambah dengan spiritual) merupakan titik tekan yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi institusi pendidikan modern. Dari sinilah ide dan cita-cita civil society (masyarakat modern) itu lahir. Sebaliknya, betapa naif hal itu akan bisa terwujud bila anak-anak bangsanya lost educated.

Agar pendidikan bangsa ini dapat menggapai cita-cita tersebut merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa untuk terus mencari dan mencipta terobosan-terobosan baru yang inovatif dalam setiap muatan kurikulumnya. Sejatinya, agenda tersebut memang bukan untuk dipikul oleh pemerintah sendirian melainkan pula butuh kontrol dan masukan dari pihak sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Hal itu berlaku mengingat pendidikan merupakan proyek besar, idealis, dan berkelanjutan. Alangkah gegabah jika pendidikan hanya diserahkan ke pundak pemerintah. Alih-alih beres, malah dijadikan proyek politik yang cenderung berorientasi sesaat.

Kita tentu berharap pendidikan berkualitas bukan hanya sekadar cuap-cuap berbusa di arena kampenye lima tahunan. Sebab kita mafhum dan amat berharap pendidikan berkualitas dapat menciptakan conscious community. Hanya lewat pendidikanlah masyarakat menjadi dewasa dan bijaksana.

Sayangnya pada bangsa-bangsa yang belum maju seperti di negeri ini pendidikan tak jarang dipandang sebagai masalah besar yang memberatkan. Baik dari aspek ekonomi maupun yang lainnya. Padahal, jika direnungkan secara jernih dan mendalam pendidikan merupakan conscientiacao (meminjam istilah Freire) atau jalan keluar bagi siapa pun yang ingin bangkit dari keterpurukan hidupnya.

Dengan pendidikan para peserta didik (terutama dari kalangan yang kurang mampu) diharapkan melek huruf, pandai menulis, cerdas berhitung, mandiri, berprestasi, dan berwawasan luas. Tak ada alasan sedikit pun yang pantas dibenarkan untuk pikiran-pikiran yang ingin mengganjal apalagi melenyapkannya.

Justru akses-akses sekecil apa pun demi tumbuh kembangnya pendidikan mesti dibuka seluas mungkin sebab manfaat yang dapat dipetik darinya adalah ibarat lingkaran mutualistik: terbitnya pencerahan, terangnya alur hidup, kemudian berbagi untuk semua.

Dalam proses ini tentunya telah terkandung daya belajar yang mempraktikkan nilai-nilai modern. Terutama ihwal life skill sekaligus mejadikan peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai sosial.

Di sinilah kurikulum berbasis kompetensi yang akhir-akhir ini kerap digembar-gemborkan itu mesti berpijak. Sebab, jika dijalankan secara ideal ia mengajarkan bersentuhan langsung dengan realitas, bergumul, dan diuji secara ilmiah.

Kurikulum macam ini menuntut pendekatan yang ditekankan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan terampil. Sedangkan guru berperan menjadi fasilitator, dinamisator, dan motivator (ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani). Sebaliknya betapa sia-sia kurikulum bertambun-tambun teori namun kerempeng dengan kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik di tengah lingkungannya.

Kurikulum memainkan peran penting. Namun demikian kurikulum bukanlah satu satunya solusi untuk memecahkan proses pendidikan yang telah jumud karena keterampilan dan kecerdasan seorang guru mesti mendapat perhatian pula. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, mesti benar-benar paham dan mampu mentransformasikan maksud yang terkandung dalam idealisme kurikulum tersebut.

Hanya saja, karena segala hal tak bisa lepas sebab-akibat, guru yang demikian akan ada jika ilmu sekaligus kebutuhan hidup sang guru tersebut sudah mumpuni. Kita tentu berharap tak ada lagi ironi dalam dunia pendidikan: satu sisi peserta didik mesti mendapatkan pendidikan berkualitas dan optimal. Namun, di lain sisi nasib guru tersengsarakan.

Badui U Subhan SS – suaraPembaca

Usia pendidikan telah berjalan beriringan dengan usia peradaban manusia. Ia ada dan terus berkembang karena tak bisa dipisahkan dari keberadaan manusia. Pada dasarnya tak ada manusia yang tak membutuhkan pendidikan.

Hal itu dikarenakan adanya hasrat alamiah manusiawi. Hidup mesti lebih baik dan lebih berkualitas dari sebelumnya. Sebab itu, perubahan merupakan konsekuensi yang logis dan penting. Yang dimaksud dengan perubahan ini adalah bergantinya tatanan dan nilai-nilai kehidupan yang tradisional menjadi modern dalam arti kualitas.

Jika bersandar pada pernyataan di atas selain musabab keberadaan dan berkembangnya pendidikan hingga sekarang pendidikan ternyata memainkan peran yang utama dalam kehidupan dan peradaban. Tak hanya untuk individu per se melainkan pula untuk kualitas sebuah bangsa. Karenanya, paradigma lama yang terlanjur mengasumsikan pendidikan sebagai sekolah formal semata-mata mesti segera dilipat dan digunting.

Pendidikan bukanlah sebidang ruang yang mengandaikan adanya guru untuk mencekoki peserta didiknya dengan berlembar-lembar teori. Itu pikiran usang dan naif. Pendidikan adalah napas di setiap aktifitas kehidupan. Semua aspek dalam kehidupan mestilah dijadikan arena pergulatan pendidikan.

Ini berarti pula bahwa pendidikan bukanlah milik segelintir atau sekelompok orang yang berlimpah dana melainkan hak dan kewajiban semua anak bangsa. Karenanya, label pelajar jangan lagi hanya dilekatkan kepada peserta didik yang mengenyam bangku sekolah formal atau kampus-kampus universitas. Jika logika dan semangat keadilan macam ini diterima maka apa yang disebut dengan learning society bukan lagi sekadar jargon.

Tak cukup hanya pada soal pemerataan, sebab pendidikan, sedari mula adanya, bercita-cita membangun dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Masalahnya, bagaimanakah pendidikan yang berkualitas itu. Setidaknya, menurut hemat saya, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang berorientasi untuk membentuk peserta didiknya menjadi subyek yang berperan bagi dirinya dan orang lain.

Pendidikan macam ini dituntut untuk mengembangkan keutuhan setiap peserta didik agar mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan semua kemampuannya. Baik aspek intelektual maupun emosionalnya dengan baik.

Menarik apa yang dikemukakan oleh Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellegence bahwa IQ hanya menyumbangkan 20% dari kesuksesan seseorang. Sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor intelektual dan emosional. Kian jelaslah pendidikan yang berkualitas ternyata bukan menjuruskan (jika tidak ingin dikatakan menjerumuskan) pada kuat atau banyaknya hapalan sang peserta didik.

Adalah keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional (bahkan kini ditambah dengan spiritual) merupakan titik tekan yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi institusi pendidikan modern. Dari sinilah ide dan cita-cita civil society (masyarakat modern) itu lahir. Sebaliknya, betapa naif hal itu akan bisa terwujud bila anak-anak bangsanya lost educated.

Agar pendidikan bangsa ini dapat menggapai cita-cita tersebut merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa untuk terus mencari dan mencipta terobosan-terobosan baru yang inovatif dalam setiap muatan kurikulumnya. Sejatinya, agenda tersebut memang bukan untuk dipikul oleh pemerintah sendirian melainkan pula butuh kontrol dan masukan dari pihak sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Hal itu berlaku mengingat pendidikan merupakan proyek besar, idealis, dan berkelanjutan. Alangkah gegabah jika pendidikan hanya diserahkan ke pundak pemerintah. Alih-alih beres, malah dijadikan proyek politik yang cenderung berorientasi sesaat.

Kita tentu berharap pendidikan berkualitas bukan hanya sekadar cuap-cuap berbusa di arena kampenye lima tahunan. Sebab kita mafhum dan amat berharap pendidikan berkualitas dapat menciptakan conscious community. Hanya lewat pendidikanlah masyarakat menjadi dewasa dan bijaksana.

Sayangnya pada bangsa-bangsa yang belum maju seperti di negeri ini pendidikan tak jarang dipandang sebagai masalah besar yang memberatkan. Baik dari aspek ekonomi maupun yang lainnya. Padahal, jika direnungkan secara jernih dan mendalam pendidikan merupakan conscientiacao (meminjam istilah Freire) atau jalan keluar bagi siapa pun yang ingin bangkit dari keterpurukan hidupnya.

Dengan pendidikan para peserta didik (terutama dari kalangan yang kurang mampu) diharapkan melek huruf, pandai menulis, cerdas berhitung, mandiri, berprestasi, dan berwawasan luas. Tak ada alasan sedikit pun yang pantas dibenarkan untuk pikiran-pikiran yang ingin mengganjal apalagi melenyapkannya.

Justru akses-akses sekecil apa pun demi tumbuh kembangnya pendidikan mesti dibuka seluas mungkin sebab manfaat yang dapat dipetik darinya adalah ibarat lingkaran mutualistik: terbitnya pencerahan, terangnya alur hidup, kemudian berbagi untuk semua.

Dalam proses ini tentunya telah terkandung daya belajar yang mempraktikkan nilai-nilai modern. Terutama ihwal life skill sekaligus mejadikan peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai sosial.

Di sinilah kurikulum berbasis kompetensi yang akhir-akhir ini kerap digembar-gemborkan itu mesti berpijak. Sebab, jika dijalankan secara ideal ia mengajarkan bersentuhan langsung dengan realitas, bergumul, dan diuji secara ilmiah.

Kurikulum macam ini menuntut pendekatan yang ditekankan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan terampil. Sedangkan guru berperan menjadi fasilitator, dinamisator, dan motivator (ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani). Sebaliknya betapa sia-sia kurikulum bertambun-tambun teori namun kerempeng dengan kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik di tengah lingkungannya.

Kurikulum memainkan peran penting. Namun demikian kurikulum bukanlah satu satunya solusi untuk memecahkan proses pendidikan yang telah jumud karena keterampilan dan kecerdasan seorang guru mesti mendapat perhatian pula. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, mesti benar-benar paham dan mampu mentransformasikan maksud yang terkandung dalam idealisme kurikulum tersebut.

Hanya saja, karena segala hal tak bisa lepas sebab-akibat, guru yang demikian akan ada jika ilmu sekaligus kebutuhan hidup sang guru tersebut sudah mumpuni. Kita tentu berharap tak ada lagi ironi dalam dunia pendidikan: satu sisi peserta didik mesti mendapatkan pendidikan berkualitas dan optimal. Namun, di lain sisi nasib guru tersengsarakan.

Badui U Subhan SS.

Layaknya manusia dengan jiwa, ponsel juga punya jiwa sebagai energi untuk hidup yaitu baterai. Untuk itulah, rawat baterai ponsel agar umurnya lebih panjang. Simak tips yang dikutip berikut ini:

1. Matikan ponsel.
Sebaiknya matikan ponsel jika Anda berada di sebuah tempat yang kemungkinan untuk mendapatkan sinyalnya sulit. Kalau ponsel terus diaktifkan, sementara ponsel terus menerus mencari sinyal, hal ini akan membuat energi baterai Anda terkuras.

2. Pakai repeater.
Saat berada di tempat yang sangat terpencil, gunakan repeater ponsel untuk memperkuat penangkapan sinyal.

3. Matikan fitur suara yang tidak penting, jangan biarkan aktif sepanjang hari.

4. Jangan aktifkan ringtone dan fitur getar sekaligus karena cukup menguras energi baterai, aktifkan salah satunya saja. Saat berada di bioskop ada baiknya aktifkan fitur getarnya saja, namun saat berada di tempat publik seperti mall, stasiun dan bandara, mengaktifkan ringtone bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Kurangi brightness layar ponsel Anda hingga 50 persen agar energi baterai yang terpakai lebih hemat.

6. Matikan Bluetooth jika tak digunakan. Untuk diketahui saja, Bluetooth yang aktif akan menguras energi baterai ponsel lebih cepat.

7. Sama halnya seperti Bluetooth, matikan juga fitur infrared jika tak digunakan.

8. Matikan aplikasi-aplikasi lain yang tidak digunakan.

9. Letakkan ponsel di tempat yang temperaturnya normal sehingga tidak terjadi kerusakan akibat suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Misalnya, jangan letakkan ponsel di dalam mobil yang terjemur matahari, di atas laptop atau konsol game yang suhunya panas.

10. Segera cabut charger dari ponsel jika baterai ponsel sudah penuh.

11. Caslah baterai sampai penuh dan segera isi ulang baterai Anda jika memang sudah habis.

12. Kalau ingin baterai tahan lama, jangan sering-sering bermain game lewat ponsel, mendengarkan mp3, melakukan panggilan video (video call), mengedit foto ataupun browsing. Semua aktivitas tersebut hanya akan mempercepat baterai Anda habis.

13. Atur settingan backlight, jangan biarkan durasi nyalanya terlalu lama, cukup 5 sampai 15 detik saja.

Dewi Widya Ningrum – detikinet

Bunga adalah salah satu obyek yang menarik untuk diambil gambarnya di dunia fotografi. Tak perlu menjadi fotografer profesional untuk bisa mendapatkan foto-foto bunga yang bagus. Tak perlu juga pergi jauh-jauh ke negara lain untuk mencari bunga yang indah.

Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan pada saat mengambil foto bunga tersebut. Simak beberapa triknya berikut ini yang diramu detikINET dari Worldstart, Rabu (4/6/2008):

1. Cahaya

Bagus tidaknya hasil foto bunga yang Anda bidik salah satunya bergantung pada faktor cahaya. Konon katanya waktu paling baik untuk memotret bunga adalah pada saat siang hari. Namun sebenarnya itu adalah waktu paling buruk karena cahaya matahari lagi kuat-kuatnya sehingga bisa mengaburkan hasil foto dan membentuk bayangan.

Sebaiknya Anda memotret bunga pada saat pagi hari atau sore hari ketika cahaya matahari tidak terlalu cerah, agar hasil foto bunga yang Anda ambil warnanya lebih keluar.

2. Titik Fokus
Tentukan titik fokus obyek yang Anda akan ambil, entah itu sekumpulan bunga berwarna-warni atau hanya setangkai bunga. Perhatikan bagian apa saja yang akan dimasukkan ke dalam frame Anda. Perhatikan juga background atau foreground obyek, jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu. Jika background ataupun foreground obyek dirasa tidak menarik, lebih baik mencari titik fokus yang lain.

3. Jangan Goyang
Kadangkala, secara tak sadar tangan sering goyang saat Anda tengah memotret. Walhasil hasil gambar ada yang kabur. Ini wajar-wajar saja. Untuk itulah, disarankan Anda memakai tripod untuk mengurangi sindrom tangan bergoyang sehingga gambar yang dihasilkan bisa terlihat lebih baik.

4. Sudut dan Jarak
Jangan memotret bunga hanya dari satu sisi saja. Disarankan untuk berputar mengelilingi bunga tersebut dan tidak hanya diam di satu tempat. Coba juga mengambil foto obyek tersebut dengan berbagai sudut ketinggian, baik dari atas, sama, atau lebih rendah dari obyek. Perhatikan pula jarak Anda berdiri saat akan mengambil foto dengan obyek yang difoto.

5. Libatkan Obyek Lain
Sebuah foto akan terlihat lebih hidup jika kita bisa mengambil obyek tersebut dengan frame-frame yang unik. Jadi jangan hanya memotret bunganya saja, tapi cari cara yang unik untuk memotret bunga tersebut. Misalnya dengan melibatkan obyek lain yang ada di sekitarnya seperti ranting anggur, serangga yang ada di bunga, sehingga hasil gambarnya lebih menarik.

Dewi Widya Ningrum – detikinet

Bagi pengguna Firefox yang ingin menambah kecepatan browser, metode-metode berikut ini bisa dicoba.
Metode 1:

  1. Buka browser Mozilla Firefox.
  2. Ketik ‘about:config’ pada address bar, lalu tekan enter.
  3. Turunkan halaman sampai Anda menemukan kalimat ‘browser.tabs.showSingleWindowsModePrefs‘, lalu double klik sehingga settingannya menjadi ‘true’.
  4. Turunkan lagi halaman Firefox sampai Anda menemukan baris berbunyi ‘network.http.pipelining‘, lalu double klik sehingga settingannya juga menjadi ‘true’.
  5. Terakhir, turunkan lagi halaman Firefox dan carilah baris yang berbunyi ‘network.http.pipelining.maxrequests‘, lalu double klik. Anda akan disuguhi sebuah window pop up. Ubahlah angka di pop up itu menjadi 60. Kemudian tekanlah ‘Ok’.
  6. Tutup Firefox lalu coba buka kembali. Jika tidak ada masalah, Firefox Anda akan terbuka 10-40 persen lebih cepat daripada sebelumnya dengan langkah-langkah seperti di atas.

Metode 2:

Langkah mujarab lain untuk meningkatkan kecepatan Firefox adalah dengan menggunakan add-on untuk Firefox bernama FasterFox. FasterFox ini membuat pemakaian bandwidth lebih efektif sehingga bisa mempercepat performa Firefox. Anda bisa mendownload FasterFox di alamat: http://fasterfox.mozdev.org.

Fino Yurio Kristo – detikinet

Dewasa ini, sistem operasi Linux makin jamak digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk juga pebisnis. Bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha misalnya, mengapa tidak mempertimbangkan memakai Linux sebagai sistem operasi komputer perusahaan?

Di samping menghemat biaya, fitur berikut aplikasi yang ada di Linux tidak kalah dengan sistem operasi lain yang beredar di pasaran. Khususnya bagi yang belum terlalu mengenal Linux, panduan berikut ini mungkin berguna saat akan memilih Linux, seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Selasa (17/7/2008).

1. Mengapa Memilih Linux?

Setiap distro Linux tersedia gratis bagi yang menginginkannya. Anda bisa menginstalnya di sebanyak mungkin komputer secara cuma-cuma. Sebagai tambahannya, sistem operasi Linux sudah mengandung banyak aplikasi penting.

Bagi Anda yang memerlukan software pengolah kata atau penghitung, sudah tersedia OpenOffice.org yang cukup bagus. Untuk mengutak atik gambar, ada aplikasi Gimp yang relatif mumpuni.

Beberapa aplikasi Windows, jika diperlukan, juga bisa dijalankan di Linux dengan utility bernama Wine. Aplikasi server di Linux misalnya Apache Web Server dan MySQL untuk database bisa pula diandalkan para pebisnis. Juga ada software networking Samba yang tak kalah bagus dibanding aplikasi sejenis yang berbayar. Dan tentu saja perlu diingat bahwa serangan virus amat sedikit menerpa Linux.

2. Memilih Distro Linux

Ada berbagai distro Linux yang beredar. Perbedaannya misalnya terletak pada kemudahan pemakaiannya dan fitur apa saja yang ada di dalamnya. Kebanyakan distro linux yang ada sekarang cukup mudah pengoperasiannya, misalnya Ubuntu atau Fedora.

Bagi pengguna pemula, distro Linux berukuran kecil seperti PuppyLinux bisa menjadi pilihan. Pendek kata tersedia banyak pilihan bagi Anda yang ingin mengadopsi Linux, apapun spesifikasi komputer Anda.

3. Bagaimana dengan Support?

Dukungan support untuk Linux memang biasanya berbayar namun relatif tidak mahal. Dewasa ini, banyak komunitas Linux bertebaran di mana-mana dan makin banyak programmer melek Linux serta buku-buku panduan. Anda bisa sewaktu-waktu mengandalkan mereka jika terjadi masalah ataupun berkonsultasi untuk memilih aplikasi yang sesuai.

4. Estimasi Biaya

Meski software Linux gratis dan hanya supportnya yang berbayar, jelas akan ada biaya misalnya untuk pelatihan karyawan agar mengerti Linux dan mungkin terhambatnya proses kerja pada masa awal karena masih banyak yang belum familiar dengan Linux. Namun jika diperhitungkan detail, penghematan ongkos perusahaan akan lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan.

Fino Yurio Kristo – detikinet